skip to Main Content
Cara Mengajari Anak Berbicara

Cara Mengajari Anak Berbicara

Cara mengajari anak berbicara – Pernahkah Anda berpikir bahwa lebih banyak Anda berbicara pada anak, lebih besar pula kesempatan anak untuk belajar cara berbicara? Banyak dari Anda telah tertarik untuk merangsang anak untuk lebih banyak bicara. Anak-anak hanya membutuhkan sedikit dorongan untuk membuat mereka berbicara. Seorang terapis wicara, Heidi Hanks, menggunakan apa yang dikenal sebagai “Godaan Komunikatif.”

Ada banyak cara untuk “menggoda” anak Anda untuk berbicara. Inilah 8 Pencobaan Komunikatif yang Hanks temukan dan sangat bermanfaat dalam terapi. Setelah memahami gagasan tentang bagaimana hal ini bekerja, yakinlah Anda akan bisa menemukan beberapa “godaan” Anda sendiri. Berikut ini adalah 8 cara mengajari anak cara berbicara yang dilansir dari Mommy Speech Therapy yang ditulis oleh Hanks.

Makanlah sesuatu yang disukai anak di hadapannya tanpa menawarkan padanya

Bila anak Anda menunjukkan bahwa mereka menginginkan sesuatu, contohkanlah cara yang lebih lanjut bagi mereka untuk mengajukan permintaan, apakah itu menggunakan sebuah tanda, kata atau ungkapan sederhana. Misalnya, jika anak Anda menunjuk dan merengek  pada permen, contohkan tanda untuk permen lalu tunggu dan lihat apakah anak Anda akan meniru tanda untuk permen. Jika anak Anda terus menunjuk dan merengek, raih tangannya dan bantu ia membuat tanda untuk permen, kemudian hadiahilah ia dengan permen itu.

Bermainlah dengan sesuatu yang disukai anak Anda tapi jangan tawarkan untuk berbagi

Misalnya jika anak Anda suka bermain dengan playdough dan ingin berpartisipasi dalam kesenangan tersebut, Anda bisa mencontohkan bunyi /m/ untuk “mau” atau “main”, atau Anda bisa mencontohkan tanda untuk kata “mau” atau “main”. Jika anak Anda sudah bisa mengatakan satu kata, contohkan sebuah frase dua kata untuk dia tiru seperti, “mau main.”

Pada waktu makan atau menyusui, beri anak Anda porsi kecil

Alih-alih memberikan porsi normal untuk mereka, berilah anak porsi yang lebih sedikit dari biasanya lalu tunggu sampai mereka meminta lebih. Jika tidak ada usaha dari anak untuk mengeluarkan suara, contohkanlah tanda “lagi,” bantulah mereka membuat tanda atau contohkan bunyi /l/ untuk ditiru.

Batasi akses anak Anda

Anda perlu membatasi akses terhadap hal-hal seperti televisi, mainan, makanan, atau pergi ke luar. Aturlah sedemikian rupa agar mereka harus membuat permintaan atau meminta bantuan untuk mengakses barang-barang ini. Anda bisa melakukannya dengan cara menempatkan benda-benda favoritnya ke tempat yang tingggi atau terkunci.

Mainkan permainan bicara bergiliran

Permainan ini contohnya seperti menggelindingkan bola atau mendorong mobil mainan secara bolak-balik. Begitu anak Anda mengharapkan giliran Anda memegang mobil atau bola, tunggulah. Lihat ia dengan penuh harap dan jika tidak ada tanda atau permintaan lisan yang dibuat oleh anak, contohkanlah permintaan yang sesuai seperti kata “bola” atau “lempar bola.”

Gunakan kontainer yang ketat untuk menyimpan barang

Bila anak Anda menunjukkan bahwa ia menginginkan kue, Anda bisa memasukkannya ke stoples kue (tentu saja tertutup rapat), bila ia tidak dapat membukanya dan mengembalikannya ke Anda membuat dia tanda buka atau bantuan. Anda dapat mencontohkan kata “buka” atau “tolong buka.”

Gunakan mainan dengan sekrup

Anda dapat menggunakan mainan dengan sekrup atau mainan lain yang sulit untuk dimainkan oleh anak sendiri. Putarlah sebuah mainan dengan sekrup. Jika anak Anda menunjukan ketertarikan, maka berikanlah mainan itu kepadanya ketika ia menunjukan keinginan untuk memainkannya. Tunggu anak Anda untuk meminta bantuan dengan menggunakan tanda atau kata untuk mengoperasikan mainan tersebut.

Gunakan mainan tiup gelembung

Mainan tiup gelembung adalah salah satu mainan yang menarik bagi anak-anak. Anda dapat meniup gelembung kemudian tutup botolnya dengan ketat, kemudian berikan pada anak untuk menunjukan itu adalah gilirannya untuk bermain. Tunggu sampai ia meminta bantuan dengan tanda atau sepatah kata dan contohkan tanda atau kata jika perlu.

Kesimpulan

Dengan menggunakan trik kecil yang mengharuskan anak Anda berkomunikasi, ini akan mengajarkan anak Anda kekuatan komunikasi. Anak akan belajar dengan sangat cepat bahwa ketika anak memberi tanda atau mengatakan sepatah dua patah kata, ia bisa mendapatkan apa yang diinginkannya daripada merengek atau menangis. Tidak ada yang terjadi jika tidak ada tanda atau kata. Penting untuk cepat memberikan bantuan pada anak sehingga ia akan mudah terhubung, misalnya jika Anda mengajari anak Anda untuk meminta “mau kue lagi” pastikan kue itu siap diberikan ke tangan mungil mereka dengan segera. Saat anak Anda menunjuk, merengek, atau meluapkan kemarahannya, jangan sama sekali memberi perhatian. Pastikan untuk menjelaskan bahwa Anda tidak mengerti apa yang mereka inginkan bahkan saat sebenarnya Anda sudah paham. Kemudian contohkanlah cara yang tepat untuk membuat permintaan. Trik kecil seperti ini telah membantu untuk membuat kebanyakan anak non-verbal mulai berkomunikasi. Tentu saja hal ini perlu dilakukan dalam kesabaran dan kasih sayang. Bila anak Anda melihat bahwa ia dapat mengkomunikasikan keinginan/kebutuhan mereka secara efektif, maka hal itu akan menambah kepercayaan dirinya yang akan membantu dalam proses pengembangan bahasa yang terus berlanjut.

 

Adi Pramono

Web developer Bali, Indonesia. My name is Adi Pramono, a fulltime WordPress web developer based in Bali, Indonesia. I am originally come from Palangkaraya, Borneo Island, Indonesia. I believe that website is important in today’s world and a basic need for future businesses. Mail me if you need someone for your web project: info@adipramono.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top