skip to Main Content
Penyebab Anak Susah Tidur Di Malam Hari

Penyebab Anak Susah Tidur di Malam Hari

Anak susah tidur – Salah satu kebutuhan dasar anak adalah tidur, baik di siang maupun malam hari. Bayi membutuhkan 16 – 20 jam tidur, sedangkan diperlukan sekitar 10 jam tidur pada balita. Kurang dari jam tersebut, artinya anak mengalami kurang tidur. Anak-anak mengalami pertumbuhan otak dan fisik pada saat tidur, maka dari itu orangtua harus memastikan bahwa mereka cukup tidur agar pertumbuhannya tidak terganggu. Anak yang kurang tidur dapat mengalami gangguan fungsi kognitif, sehingga ia lebih agresif dan hiperaktif, menjadi pembangkang dan tidak kooperatif.

Terkadang membuat anak tidur di malam hari menjadi sebuah tantangan bagi orangtua. Orangtua sering mengeluhkan anak mereka yang sulit untuk diajak tidur. Anak terlihat gelisah dan rewel, berguling ke sana kemari di atas kasur, atau sering terbangun. Hal ini tidak dapat dianggap sepele karena bukan hanya akan mengganggu pola tidur anak namun juga orangtua. Sebelum pola tidur anak menjadi semakin tidak karuan, ada baiknya mengetahui penyebab anak susah tidur di malam hari. Berikut penjelasannya.

Anak merasa takut tidur sendiri

Banyak anak mengeluh tidak berani tidur di kamar sendirian apalagi jika kondisi ruangan gelap. Ketika masuk waktu tidur, anak enggan masuk ke dalam kamar karena merasa ditinggalkan. Orangtua tidak dapat memaksakan anak untuk tidur sendiri tanpa bantuan. Mulailah perlahan-lahan memberikan pengertian dengan kasih sayang bahwa tidak ada yang perlu ditakutkan. Jika masih khawatir untuk meninggalkan anak sebelum tidur, orangtua dapat menemaninya sampai tertidur baru kemudian mematikan lampu. Mematikan lampu memang menyeramkan bagi sebagian anak, namun kualitas tidur terbaik didapatkan ketika lampu mati. Orangtua dapat membelikan lampu tidur untuk anak dengan gambar yang lucu atau menghias kamar tidur dengan benda-benda favorit anak dengan harapan anak lebih nyaman ketika ingin tidur. Dengan demikian, anak akan lebih berani untuk tidur sendiri tanpa ditemani.

Pernah mengalami mimpi buruk

Ketakutan anak untuk tidur juga dapat dipengaruhi oleh kondisi psikisnya. Anak yang pernah mengalami mimpi buruk biasanya akan menolak untuk tidur di malam hari. Anak memiliki imajinasi yang sangat kuat sampai dapat terbawa ke mimpi. Sebaiknya anak tidak diperbolehkan menonton film seram atau dibacakan buku cerita yang menakutkan seperti cerita monster atau zombie karena inilah yang menjadi pemicu munculnya mimpi buruk dari imajinasi anak yang berlebihan. Solusinya, orangtua dapat memilihkan buku cerita yang menyenangkan agar ketika akan tidur anak dipenuhi dengan pikiran-pikiran menyenangkan.

Ritme tidur yang tidak teratur

Setiap anak masing-masing memiliki ritme tidur masih yang dapat berubah-ubah. Ritme inilah yang mengatur kapan tubuh memerlukan tidur dan kapan tubuh harus bangun. Orangtua harus dapat membiasakan anak tidur di jam yang konsisten agar jam biologis tubuhnya teratur. Orangtua tidak dapat menidurkan anak terlalu cepat atau terlalu larut. Perubahan ritual tidur yang tidak teratur membuat anak susah terlelap karena ritme yang berubah-ubah.

Tidak atau terlalu lama tidur siang

Seperti tidur di malam hari, penting untuk anak tidur di siang hari. Tanpa tidur siang, anak dapat merasa kelelahan di malam hari sehingga menjadikannya rewel dan susah tidur di malam hari. Tidur siang pun harus memiliki ritme karena tidur siang yang intervalnya terlalu dekat dengan tidur malam akan membuat anak tetap terjaga. Usahakan agar anak tidak tidur terlalu sore. Orangtua juga harus memperhatikan durasi tidur siang anak, karena terlalu lama tidur siang dapat mengganggu waktu tidur di malam hari. Jika anak sudah terlalu lama tidur, bangunkan anak perlahan dengan lemah lembut agar anak tidak kaget, menjadi rewel serta susah ditenangkan.

Merasa stres dan cemas

Jika anak sulit tidur, kemungkinan ia merasa stres dan cemas terhadap sesuatu. Layaknya orang dewasa, anak pun sudah memiliki perasaan. Stres dan cemas membuat anak merasa tidak ingin tidur karena masih terbawa pikiran. Orangtua dapat mengurangi stres dan kecemasan anak dengan cara mengajak anak bercerita kegiatan sehari-harinya, apa yang sedang ia pikirkan, memberikan saran jika ia merasa khawatir dan cemas tentang suatu keadaan, memeluk anak, menyanyikan lagu pengantar tidur, atau menghibur dan mengajaknya melakukan kegiatan yang menyenangkan sebelum tidur.

Kesimpulan

Sebagai orangtua, tentu saja pertumbuhan dan perkembangan anak adalah hal yang sangat penting. Orangtua sudah harus membiasakan anak dengan pola tidur konsisten untuk kebaikan di masa depan. Jika anak mendapat tidur yang cukup di malam hari, maka bukan hanya fisiknya saja yang tumbuh dan berkembang, namun kepribadiannya juga akan baik. Berlakukanlah jam tidur konsisten agar anak tidur lebih mudah dan terbangun pada waktu yang sama setiap harinya. Jauhkan anak dari televisi atau alat elektronik sebelum tidur. Biasakan pula kegiatan membersihkan diri seperti menggosok gigi, mengganti baju menggunakan baju tidur, dan pergi ke toilet sebelum tidur. Jangan lupa untuk mematikan lampu kamar agar anak mendapatkan kualitas tidur terbaik.

Adi Pramono

Web developer Bali, Indonesia. My name is Adi Pramono, a fulltime WordPress web developer based in Bali, Indonesia. I am originally come from Palangkaraya, Borneo Island, Indonesia. I believe that website is important in today’s world and a basic need for future businesses. Mail me if you need someone for your web project: info@adipramono.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top